Sinopsis City Hunter Episode 20 Final, Ini merupakan episode terakhir City Hunter. Young Joo yang dalam keadaan sekarat dia meminta kepada Yoon Sung untuk memaafkan segala

kesalahan yang telah di perbuat oleh ayahnya. Dia menyuruh Yoon Sung untuk segera mengejar dan menangkap Cheon Jae man. Jaksa Kim Young Joo meninggal, dan Yoon Sung segera mengejar Cheon Jae Man dan mengambil handphone Young Joo. Baca di
sinopsis city hunter episode 19. Disaat yang sama dirumah sakit Kim Joong Shik sadar dari koma nya.

Yoon Sung menemukan SMS dari Jin Pyo di hp Kim Young Joo. Yoon Sung segera menghubungi Jin Pyo.
Yoon Sung : Ayah, kenapa kau melakukannya? Kenapa ayah bohong dan memberitahu Young Joo untuk datang ke sana?
Jin Pyo : Jaksa Republik Korea ingin tahu kebenarannya. Aku hanya ingin membantunya.
Yoon Sung emosi mendengar penjelasan ayahnya, dia berkata kepada Jin Pyo bahwa Jaksa Kim Young Joo telah meninggal akibat ulah Jin Pyo.
Cheon Jae Man sesampainya di pelabuhan dia segera buru buru menuju kapal yang akan dinaikinya. Namun disana Jin Pyo sudah menghadangnya. Cheon Jae

Man bertanya apa sebenarnya yang di ingini oleh Jin Pyo, Jin Pyo hanya menjawab bahwa dia menginginkan nyawa Cheon Jae Man. Cheon Jae Man ketakutan dan berusaha melarikan diri. Anak buah Cheon Jae Man menghadang Jin Pyo, namun Jin Pyo berhasil menghajar dan mengalahkan orang orang Cheon Jae Man. Jin Pyo mengejar Cheon Jae Man. Di pinggir kapal, Cheon Jae Man sempat memohon kepada Jin Pyo untuk mengampuninya. Namun Jin Pyo tidak menggubrisnya dan langsung menebaskan pedang yang berada di tongkat miliknya. Cheon Jae Man tewas seketika.
Tidak lama kemudian Lee Yoon Sung datang di pelabuhan, dia mendapati anak buah Cheon Jae Man yang sudah terkapar. Dan tidak jauh dari sana dia melihat Cheon Jae Man yang sudah tak bernyawa dan bersimbah darah.
Di dalam mobil, Yoon Sung duduk sendiri sambil memikirkan tentang dokumen rahasia 2030. Dia membukanya satu persatu untuk mengetahui siapa target sasaran berikutnya. Orang-orang yan berkaitan dengan insiden 1983 mulai dari Lee Kyun Wan, Seo Yong Hak, Kim Jon Shik dan Cheon Jae Man. Ketika melihat orang kelima, Yoon Sung sentak kaget. Dia adalah Presiden. Lee Yoon Sung tak habis pikir, ternyata ini yang dimaksud Jin Pyo selama ini. Menculik anak kandung dari presiden untuk menghukum presiden sendiri.
Yoon Sung segera mendatangi Jin Pyo dirumahnya, Disaat itu Lee Jin Pyo sedang membersihkan noda darah di pedangnya. Yoon Sung berkata kepada ayahnya, apakan dia telah memberishkan noda darah dengan baik? Jin Pyo hanya terdiam. Yoon Sung melanjutkan "Seharusnya Jin Pyo juga membersihkan darah milik Young Joo juga". Jin Pyo berkata, "yang membunuh Jaksa Kim Young Joo adalah Cheon Jae Man". Yoon

Sung berkata kalau Jin Pyo tidak ada bedanya dengan Cheon jae Man. Mendengar perkataan Yoon Sung, Jin Pyo marah dan mengarahkan pedangnya kearah Yoon Sung. Yoon Sung mengatakan,
Target berikutnya adalah Presiden, Balas dendam yang kejam yang anda maksud adalah membunuh ayah kandungku sendiri dan selama 28 tahun bersenang-senang dengan mengambilku dari ibuku dan membuat aku percaya orang lain adalah ayah kandungku dan sekarang anda memberitahuku untuk membalas dendam pada ayah kandungku sendiri? Balas dendam itu, aku rasa aku tidak bisa melakukannya".
Jin Pyo kaget mendengar Yoon Sung mengetahui hal ini. Dia menurunkan pedangnya perlahan. Jin Pyo bertanya, apakah ini karena Presiden adalah ayah kandungmu? Yoon Sung menjawab dengan tegas, "Tidak, karena setelah dirinya dekat dengan Presiden, dia merasa kalau Presiden adalah orang yang baik". Jin Pyo memberitahu kepada Yoon Sung, kalau presiden bukanlah orang baik, dia mendapatkan kedudukannya saat ini bukan dengan cara yang bersih. Yoon Sung pergi meninggalkan Jin Pyo.
Tidak lama kemudian, Seo Yong Hak mengatakan semuanya kepada wartawan. Bahwa target selanjutnya City Hunter adalah Presiden, Karena insiden 1983 adalah atas perintah Presiden dan secara pribadi merencanakannya. Presiden juga mengadakan konferensi Pers untuk menjelaskan tentang pernyataan Seo Yong Hak. Presiden juga terkejut ketika mendengar kabar bahwa Kim Young Joo telah meinggal.
Young Sung dan Jin Pyo melihat konprensi press. Anak buah Jin Pyo terkejut mendengar kalau Presiden yang telah merencanakan semuanya. Dia menanyakan apakah hal ini benar. Jin Pyo membenarkannya.
So Hee tampak sangat sedih melihat Kim Young Joo sudah tiada. Kim Joong Shik yang telah sadar dari koma nya pun hanya bisa menagis diatas kursi rodanya melihat putra kesayangannya telah meninggal. Para staff kejaksaan juga merasa kehilangan, kepala kejaksaan menyayangkan tindakan gegabah kim young joo yang melakukan penyelidikan sendirian. Tidak lama kemudian Presiden hadir dan turut berduka cita atas meninggalnya Jaksa Kim Young Joo. Tidak lama kemudian datang Yoon Sung, namun tampaknya kedatangannya tidak diharapkan oleh staff bawahan jaksa Kim Young Joo. Dia memarahi Yoon Sung, karena dialah dia meninggal. Dia juga mengatakan bahwa Yoon Sung adalah City hunter yang menyebabkan Kim Young Joo kehilangan nyawanya.
Lee Yoon Sung : Aku datang hanya karena merasa telah kehilangan jaksa yang hebat, sepertinya aku harus pergi. Yoon Sung pergi meninggalkan tempat itu.
Anak buah Jin Pyo memberi infrormasi kepada Lee Yoon Sung bahwa saat pemilihan Presiden, Hae Won Grop disinyalir telah menggelontorkan sejumlah dana besar yang masuk untuk mendukung Presiden Eung Chan.
Di ruangannya, Presiden merenungi kata-kata staf Young Joo dipersemayaman tadi. Dia lalu berfikir apakah benar City Hunter adalah Lee Yoon Sung. Lalu dia meningat ingat kembali kesan dirinya kepada Yoon Sung. Tampaknya ini meyakinkan bahwa Yoon Sung benar benar City hunter. Hal ini semakin di perjelas dengan keterangan staff anak buah Jaksa Kim Young Joo.
Ketika Yoon Sung menemui presiden, percakapanpun terjadi.
Presiden : Apa kau sudah melihat konferensi pressnya?
Yoon Sung : Presiden, boleh saya bertanya sesuatu? Isi dari konfrensi press tersebut apa benar?
Presiden : Dan jika benar. Akan ada keputusan yang harus dibuat untuk mencapai posisi ini. Untuk mengatasi semua masalah, tidak mungkin hanya mengandalkan saya. Jadi saya berkerja hanya bertumpu pada 2 hal, kesehatan dan pendidikan.
Presiden berencana akan mempertaruhakan posisinya untuk meloloskan undang-undang mengenai privatisasi sekolah hukum di Parlemen.
Yoon Sung : Walaupun dengan menggunakan cara yang salah?
Dirumah Yoon Sung, Kim na na telah menunggu Yoon Sung. Keduanya saling berhadapan Kim Na Na menanyakan sesuatu kepada Yoon Sung.
Kim Na Na : Aku mendengarnya dari bibi, bahwa ayah biologismu adalah Presiden Eung Chan.
Yoon Sung : Lee Kyung Hwan, Seo Yong Hak, Kim Jong Shik dan Cheon Jae Man, mereka semua orang korup! Jika tidak aku mungkin sudah memaafkan mereka.
Kim Na Na : Dan bagaimana jika Presiden berlaku korupsi? Apakah kau akan menghabisinya juga?
Yoon Sung : Jika dia korupsi...."
Kim Na Na : Apakah Lee Yoon Sung juga yang harus melakukan itu? Bukankah dia ayahmu? Bagaimana bisa kau melakukan itu pada ayah kandungmu..."
Yoon Sung : Jaksa Kim Young Joo juga melakukannya. Karena itu ayahnya, dia mengungkapkan semua kebenarannya.
Kim Na Na menjelaskan kepada Lee Yoon Sung bahwa dirinya saat ini adalah pengawal presiden dan Kim Na Na berharap mereka akan berjumpa lagi tetapi tidak seperti ketika dia menjadi pengawal Seo Yong Hak. Kim Na Na akan mempertaruhkan nyawanya jika dia bertemu City Hunter yang hendak ingin menghabisi Presiden. Na Na pergi meninggalkan Yoon Sung sendirian.
Anak buah Jin Pyo memberi informasi kepada Lee Yoon Sung bahwa anggota partai yang bernama Lee Young Tae yang berada di bawah partai yang sama dengan Presiden, Mungkin dia bisa mencari informasi kepadanya karena meski satu partai tampaknya mereka saling bermusuhan. Apabila tanpa campur tangan dari Lee Young Tae, amandemen tentang privatisasi sekolah hukum akan sangat susah untuk lolos. Lee Yoon Sung langsung menyimpulkan sesuatu, untuk meloloskan ini Presiden pasti akan mendatangi Lee Young Tae.
Dan tampaknya benar Presiden di suatu tempat menmeui Lee Kyung Tae, dengan pengawalan dan pengamanan yang ketat. Namun Presiden menyuruh pengawalnya "Kim Na Na" Untuk menunggu diluar. Beri waktu 30 menit untuk berbicara 4 mata dengan Lee Kyung Tae.
Presiden berbicara pada Lee Young Tae dan meminta bantuan agar Lee

Young Tae mau meloloskan amandemen privatisasi sekolah hukum. Lee Young Tae menanyakan apa imbalan yang akan didapat jika dia membantu Presiden. Presiden berjanji akan menyelesaikan permasalahan Lee Young Tae dengan Kejaksaan. Singkat cerita kesepakatan antara Lee Young Tae dan presiden berhasil dicapai. Dibalik itu Lee Yoon Sung menguping percakapan keduanya merasa kesal. Tidak lama ketika Lee Young Tae meninggalkan Presiden sendirian. Yoon Sung muncul.
Presiden : Mengapa kau ada di sini?
Yoon Sung : Sepertinya kesepakatan berjalan dengan lancar.
Aku tidak pernah berfikir kalau presiden bisa melakukan itu semua.
Presiden : Melakukan pertukaran dengan seorang kongresman demi kesempatan belajar ribuan mahasiswa. Aku tidak akan menyesalinya.
Yoon Sung : Bukankah sebelumnya kau mengatakan menjadi presiden adalah sebuah pengorbanan? Sejak kapan itu semua berubah menjadi penawaran?
Presiden : Ini semua adalah politik.
Yoon Sung : Dokumen rahasia ada di tanganmu, kalau sebelumnya kau mengatakan tidak akan menyesal dengan keputusanmu, maka aku yang akan membuat kau menyesal dengan keputusanmu. Ini adalah balas dendamku.
Lalu Yoon Sung pergi meninggalkan Presiden. Tidak lama kemudian Kim na Na masuk dengan tampak panik.
Kim Na Na : Presiden, anda tidak apa-apa?
Presiden : Aku baru saja akan pergi.
Kepala Pengawal : Pengawal Kim Na Na, ada apa?
Kim Na Na : Tidak ada apa-apa, aku hanya khawatir karena sudah 30 menit dan presiden belum keluar juga.
Presiden : Ok, kita harus kembali sekarang.
Kim Na Na melihat disekitar dan merasa ada yang janggal. Kim Na Na berusaha menghubungi Yoon Sung. Tetapi Yoon Sung tidak mengangkatnya.
Yoon Sung berusaha menyelidiki tentang Presiden saat kampanya pemilihan presiden. Dia menemui salah satu wartawan dan mengkorek informasi seputar kampanye pemilihan presiden. Namun Wartawan tidak mengetahui banyak tentang hal ini. Dia berkata bahwa hanya Presiden sendiri yang mengetahui tentang semuanya. Wartawan itu berkata kalau presiden Eung Chan pasti memiliki data-datanya. Dia selalu mencatat setiap detail di buku catatan.
Dirumah Yoon Sung masih memikirkan perkataan wartawan waktu itu, dia yakin bahwa semua catatan terkait data presiden pasti ada di kediamannya.
Di Blue House, Shin Eun Ah, Go Ki Joon kepala keamanan Blue House sedang membicarakan kematian Young Joo dan merasa turut berduka cita.
Presiden menghubungi wartawan yang ditemui oleh Yoon Sung tempo itu. Presiden bertanya hal yang sama dengan yang ditanyakan Yoon Sung. Dan wartawan itu menjelaskannya kepada presiden. Presiden memuji wartawan tersebut dan berkata bahwa jawabannya tidak terlalu buruk.
Da Hye masih terpukul dan sangat sedih mengetahui bahwa Jaksa Kim Young Joo meninggal dengan begitu cepat.
Di Blue House, Lee Yoon Sung masuk ke rumah kediaman Presiden. Yoon Sung menggunakan alasan menjadi guru pengajar Da Hye. Disaat ada kesempatan dia langsung masuk ke ruang Pribadi Presiden. Tidak lama Presiden melewati tempat itu, dan merasa bahwa Yoon Sung pasti masuk kedalamnya. Yoon Sung segera mencari data yang berkaitan dengan dana kampanye. Dia membongkar semuanya namun tidak mendapatkan apa apa.
Disaat yang bersamaan, Presiden mengambil data-data yang dicari Yoon Sung, ternyata data itu disimpan di bawah bantal. Presiden mengambilnya dan bergegas menuju ruang pribadi. Yoon Sung masih sibuk menggeledah, tidak lama kemudian Presiden muncul.
Presiden : Apakah kau mencari ini? Kau sungguh berani, masuk ke d
alam kediaman presiden. Kelihatannya kau tidak tahu bagaimana caranya berhenti.
Yoon Sung : Hentikan, itu tidak cocok untukku.
Presiden : Aku hanya ingin menanyakan satu hal? Mengapa kau melakukan ini semua?
Yoon Sung : Untuk kebenaran, untuk warganegara yang memilih dalam pemilihan, untuk bertindak dengan nurani yang baik, untuk melihat keluar tentara yang bergabung untuk melindungi negaranya dan percaya pada negara yang akan melindunginya, untuk universitas dan untuk generasi selanjutnya dan terutama untuk mereka yang meninggal di Nampo Sea demi menyelamatkan negaranya.
Presiden : Selama 20 tahun, tidak pernah aku melupakannya, aku sangat mengerti kesakitan yang Jin Pyo alami. Ambil ini, ini semua dari ketika aku mulai masuk ke dalam politik.
Yoon Sung segera mengambil buku catatan tersebut dan pergi meninggalkan Presiden.
Belum sempat pergi, Presiden kembali berkata.
Presiden : Lee Yoon Sung. Telah membuatmu seperti ini, ayah minta maaf.
Yoon Sung mendengarnya dengan air mata tertahan. Yoon Sung segera pergi.
Ketika Yoon Sung sedang duduk sendirian sambil membuka buku catatan yang diberikan Presiden, Kim Na Na menghampirinya dan berkata.
Kim Na Na : Apakah kau akan melakukannya sampai akhir?
Yoon Sung : Selain aku, tidak akan ada yang akan melakukan semua ini.
Yoon Sung pergi meninggalkan Kim Na Na.
Di episode terakhir City Hunter,
Sinopsis City Hunter Episode 20 Final. Diceritakan benar benar tegang dan sedih.
Di rumahnya, Lee Yoon Sung tampak menyiapkan kopian dokumen terkait dana gelap Presiden dalam kampanye pemilihan presiden. Dengan berat hati Lee Yoon Sung terpaksa melakukannya. Meskipun dia tau bahwa Presiden adalah ayah kandungnya.
Di dalam kongres, para dewan sedang membahas tentang amandemen privatisasi sekolah hukum. Para anggota dewan sedang melakukan voting. Dan disaat yang sama data data telah dipublikasihan oleh City Hunter terkait dana gelap Presiden dalam kampanye.
Presiden melihat berjalannya kongres, dia sangat senang karena hasilnya adalah amandemen privatisasi sekolah diloloskan. Lee Yoon Sung juga melihat hasil kongres tersebut. Kim Na Na yang menemani Presiden berkata.
Kim na Na : Anda pasti sangat senang.
Presiden : Pengawal Kim, kudengar kau juga bersusah payah membiayai studimu ya? Kalau saja UU ini disetujui lebih awal tentu hal seperti itu tidak akan terjadi.
tidak lama kemudian staff kepala pengawal datang dan mengabarkan bahwa ada masalah besar. Kasus ini memberatkan Presiden, anggota dewan/kongres terutama lawan politiknya mengajukan impeachment dan meminta Presiden Choi Eung Chan dicopot dari jabatannya.
Dirumah, Jin Pyo sedang m

enyiapkan peluru dan pistolnya.
Dikantor pengawal kepala pengawal kepresidenan mengatakan kepada Kim Na na bahwa besok a

dalah jatah liburnya. Namun Kim na Na bersikeras akan bekerja, dan meyakinkan besok bukanlah hari liburnya. Kim Na Na melakukan ini karena tampak cemas dengan Presiden. Karena dia tau City hunter pasti akan segera beraksi.
Dirumahnya, Lee Yoon Sung juga tampak memasukan peluru di dalam pistolnya. Begitu pula dengan Kim Na Na, dia merasa pasti akan ada sesuatu besar terjadi. Dia juga tampak menyiapkan pistolnya.
Jin Pyo menelepon presiden Choi Eung Chan secara langsung
Jin Pyo : Sebelum Anda menerima pengadilan dari negara lebih baik Anda menerima pengadilan dariku dulu. Jika Anda tidak ingin jatuh korban bagi orang tak bersalah lebih baik Anda tak menghentikanku!
Tampaknya Presiden bukan orang yang takut mati, dia mau menanggung seluruh kesalahannya pada masa lalu.
Presiden mempermudah langkah Jin Pyo untuk memasuki ruangan. Dia berpesan kepada staff nya
Presiden : Sebelum meeting ada orang yang penting bertemu denganku,tolong biarkan dia masuk dan jangan lakukan body chek padanya langsung biarkan saja dia masuk dan tolong biarkan aku sebentar.
Staff : Tapi presiden , saya tidak bisa melakukan itu.
Presiden : Tolong lakukan saja, aku ingin menyendiri dan berpikir beberapa saat.
Kim Na Na ternyata sudah berada di area itu diam diam, dia ingin melindungi Presiden. Dia mencemaskan keselamatan Presiden.
Jin Pyo memasuki ruangan mencari Choi Eung Chan, namun tak disangka yang ditemuinya di sana adalah Lee Yoon Sung yang sudah menunggunya.
Jin Pyo : Kau sudah tidak ada urusan lagi di sini.
Yoon Sung : Bukankah aku pernah mengatakan bahwa aku akan menghentikan Anda dengan tanganku sendiri.
Jin Pyo : Dendam yang tersimpan selama 28 tahun ini, kamu tidak akan bisa menghentikannya!
Jin Pyo dengan cepat mengampil pistolnya dan mengarahkannya kepada Yoon Sun

g begitu pula dengan Yoon Sung yang juga melakukan hal yang sama. Mereka berdua saling menodongkan pistol.
Yoon Sung : Balas dendam yang kejam dengan membunuh ayah kandungku sendiri?? Anda pikir aku bisa bahagia dengan balas dendam ini? Pernah aku tak punya pilihan dan mengacungkan pistol di depan wanita yang aku cintai. Lalu Kau pikir aku sekarang bisa duduk diam saja? Aku setia pada ayah yang kehilangan sebelah kakinya karena aku. Tapi Anda malah pernah mengacungkan pisau (pedang di tongkatnya klo ga salah) padaku. Menurutmu bagaimana hancurnya perasaanku waktu itu? Ku harap Anda mau berpikir bagaimana rasanya menjadi diriku. Tolong hentikan semua ini. Aku.....hanya ingin hidupku seperti orang normal kembali, dengan ayah hidup bahagia bersama. Tapi rasanya itu semua hanya mimpi. Jika ini memang sudah takdirku, biarlah aku yang mengakhiri semuanya.
Tiba tiba Yoon Sung mengacungkan pistol ke kepalanya sendiri. Jin

Pyo melihatnya kaget. Ketika hendak bunuh diri, Kim na Na dan presiden datang.

Kim na Na : Jangan! hentikan! Youn Sung sudah hentikan cukup, tolong kamu turunkan pistolmu.
Kim Na Na mengancungkan pistolnya pada Jin Pyo
Lalu Presiden berakta
Aku sudah berjanji untuk menebus nyawa-nyawa yang pernah ka
u ambil. Pengawal Kim Maaf kan aku
Dia menyingkirkan tubuh Kim Na Na yang berusaha melindunginya. Dan tidak lama kemudian Jin Pyo mengarahkan pistolnya dan melakukan tembakan. Yoon Sung dengan cepat melindungi Presiden dengan menggunakan tubuhnya. Peluru Jin Pyo bersarang di tubuh Yoon Sung. Yoon Sung tersungkur. Kim Na Na menembakan pistol ke arah Jin Pyo.

Para pengawal presiden memasuki ruangan mendengar suara tembakan. Mereka mengamankan presiden dan mengacungkan senjata pada Jin Pyo. Jin Pyo masih sanggup berdiri. Para pengawal menyuruh Jin Pyo untuk segera menyerah, Jin Pyo berbalik mengancam dan menodongkan pistolnya kearah Yoon Sung. Jin Pyo mulai mengatakan kepada semuanya, bahwa
Dia adalah satu-satunya orang yang selamat dari operasi penyerbuan (dan penghabisan) tahun 83."Aku adalah Lee Jin Pyo bermaksud membalas dendam untuk atasan dan rekan-rekanku .Demi itu aku sendiri membunuh Lee Kyung Wan dan Cheon Jae Man, juga menculik Kim Jong Sik (ayah Kim Young Joo) dan membuatnya terjatuh, dan aku juga yang mengirim Seo Yong Hak ke kantor pengacara.... Dan akhirnya aku juga harus membunuh Choi Eung Chan. Akulah...City Hunter.!"
Dia dengan sengaja menjatuhkan selongsong tempat peluru dan menarik pelatuk karena dia tidak mungkin tega membunuh Yoon Sung dia berbuat demikian untuk membersihkan nama baik Yoon Sung dan mengakui bahwa Jin Pyo lah City Hunter. Pengawal dengan segera menembak Jin Pyo. Yoon Sung kaget...ayahnya berbohong untuknya, tapi Yoon

Sung tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi. Na Na juga hanya bisa menangis. Yoon Sung syok melihat kondisi ayah angkatnya yang roboh bersimbah darah, yang akhirnya memilih mati dan telah berbohong untuknya. Lee Jin Pyo dan Lee Yoon Sung berusaha berpegangan tangan dengan kondisi bersimbah darah. Jin Pyo tewas.
Da Hye kini terlihat sudah membuka usaha cafe kedai kopi sendiri, dia melayani Kim Na Na yang datang ke tempatnya. Da Hye turut prihatin atas meninggalnya ayahnya. Tak lama kemudian datang Go Ki Joon dan Eun Ah, ternyata mereka hendak melangsungkan pernikahan. Mereka memberikan undangan pernikahan kepada Kim Na Na dan Da Hye.
Kim Na Na berniat untuk keluar dari Blue House. Eun Ah merasa sedih dengan keputusan Kim Na Na. Pastinya Blue House akan sepi tanpa kehadian Kim Na Na.
Di rumah Yoon Sung, Lee Kyung Hee dan paman Shik Jong rupanya sudah berkemas untuk bersiap-siap pindah dan menyusul ke US. Lee Kyong Hee menerima kiriman bunga dari mantan Presiden Choi Eung Chan. Dengan isi ucapan.
Eun Chan meminta maaf, juga berterimakasih dan berharap Lee Kyung Hee hidup bahagia.
Baek Shik Joong berniat akan membuka lagi kedai ddubboki. Supaya makanan korea akan terkenal di Amerika.
Para korban operasi penyerbuan tahun 1983 nama baiknya telah dipulihkan dan dibuatkan monumen pemakanam, disana tertera nama 21 pasukan termasuk juga Lee Jin pyo dan Park Moo Yeul.
Kim Na Na yang tampak membawa barang barangnya pergi ke ban

dara. Dia sepe

rti melihat sosok Yoon Sung. Dia berusha mencarinya. Ternyata Yoon Sung sudah berada di belakangnya. Lee Yoon Sung dan Kim Na Na akhirnya bersatu kembali.
Lee Yoon Sung mengendari mobilnya...
Sinopsis City Hunter Episode 20 Bersambung... Ngambang banget akhir ceritanya :) mungkin bakal di bikinin City hunter Season Dua nya kali.