8 Hari Rawat Inap Pendarahan Berhenti

Setelah kami putuskan untuk rawat inap lagi di Rs Dr Oen Solobaru, hari demi hari kami berpengharapan agar pendarahan pada Istri saya dapat segera berhenti. Masih sangat tergambar jelas suasana berada di ruang VIP Gedung Ibu dan Anak. Saya, Istri dan Ibu mertua menghabiskan waktu di rumah sakit. Saya dan Ibu mertua yang selalu menemai Istri saya full bedrest total di rumah sakit. Sesekali kerabat, saudara, dan teman datang menjenguk. Minimal istri saya dapat sedikit terhibur.

Alasan kami memilih gedung VIP agar istri dapat lebih istirahat. Karena saya tau bagaimana yang dirasakan Ibu Hamil anak pertama dan mengalami pendarahan pada awal kehamilannya. Penuh tekanan dan stress berat, mungkin itu yang bisa saya gambarkan.

Hari demi hari kami lalui. Pada hari pertama istri saya sudah mendapatkan penanganan obat baik minum dan juga suntik yang dimasukan melalui selang infus. Aktivitas hanya berbaring diranjang rumah sakit, makan, minum, pipis, buang air besar semuanya dilakukan diatas ranjang. Saya sangat berterimakasih sekali kepada suster yang melayani dan merawat istri saya pada waktu itu. Pada hari kedua, Istri saya dijadwalkan untuk di USG 4 dimensi. Waktu itu yang menangani masih sama yaitu Dr. Eliana. Sebelum dilakukan USG istri saya dianjurkan untuk tidak buang air kecil dulu. Tujuannya untuk mempermudahkan dalam melakukan pemeriksaan.Ilustrasi usg 4 dimensi

Di ruang pemeriksaan saya diperbolehkan menemani Istri saya. Waktu itu Dr Eliana sangat sabar sekali melakukan pemeriksaan. Sekitar 15 menit lebih ada mungkin. Dari hasil pemeriksaan ternyata ditemukan ada 2 kantong calon janin. Waktu mendengar hal itu kami sangat mengucap syukur. Puji Tuhan diberi anak kembar. Karena pada pemeriksaan sebelumnya, belum diketahui kalau ternyata ada 2 kantung. Namun sayangnya kantung yang satu ukurannya berbeda dengan yang satunya, dan belum tampak ada isi atau calon janinnya. Namun Dr Eliana tetap membesarkan hati kami, tidak apa apa di pertahankan semoga saja nanti bisa menyusul pertumbuhannya. Pada saat itu kondisi janin yang satunya sudah tampak ada isi atau calon janinnnya. Dan posisi nya masih dalam kondisi aman. Belum beranjak turun. Karna pada kasus pendarahan yang sudah diambang keguguran umumnya kondisi janin posisinya sudah mulai turun.

Kemudian kami tanya ke Dr Eliana untuk memeriksa apakah kistanya masih ada? Kaena pada awal awal kehamilan Istri saya didiagnosa ada kistanya. Setelah dicek berulang ulang Puji Tuhan kistanya sudah tidak ada. Kami imani kalau ini adalah mukjizat dari Tuhan.

Hasil USG sedikit memberikan kami penghiburan. Namun rasa stress dan ketakutan masih terus ada di dalam diri Istri saya. Pendarahan masih terus berlanjut meski obat sudah mulai diberikan. Setiap malam saya dengarkan radio El Shaddai FM 91.30 MHz. Disana saya dikuatkan dengan mendengarkan lagu puji pujian, kotbah pendeta gereja setiap malam. Saya imani setiap saat kalau semuanya akan baik baik saja. Pertolongan Tuhan akan Indah pada waktunya.

Barangkali kalau dari mata jasmani saya melihat darah yang selalu ada, menempel pada pembalut istri saya ketika mau buang air kecil. Rasanya sudah ingin menyerah. Namun saya percaya rancangan Tuhan bukan rancangan kecelaka’an melainkan rancangan damai sejahtera.

Dari obat yang diberikan ternyata ada yang kurang cocok dengan istri saya. Waktu itu obat yang disuntikan melalui selang infus. Setiap kali disuntikan efek sampingnya istri saya mual. Sampai pernah juga sampai muntah. Dan mulai dikurangi dan digantikan ke obat minum. Permasalahan yang kedua adalah Istri saya paling tidak bisa minum obat secara langsung, harus dibantu dengna pisang. Nah parahnya waktu itu setiap minum obat pakai pisang istri saya juga ingin muntah. Mungkin bawaan nyidam. Padahal kondisi seperti ini sangat membahayakan janin yang saat itu masih ada luka pendarahan. Karena pada saat mual muntah otomatis perut bereaksi kontraksi. Setiap datang jam minum obat / suntik obat adalah waktu dimana ketegangan menyergap. Siap siap kantung plastik untuk jaga jaga kalau muntah.Dari observasi Dr Kartipin justru obat suntiklah yang pasling manjur untuk mengurangi pendarahan. Karena setelah obat suntik dihentikan dan digantikan full obat minum, pendarahan semakin sering. Dari situ terpaksa tetap memberikan obat suntik dan obat minum agar lebih maksimal. Istri saya mau tidak mau harus menahan rasa mual.

5 Hari setelah USG, Dijadwalkan untuk cek USG lagi. Dan masih dengan Dr Eliana yang menangani. Pemeriksaan USG kali ini bisa dibilang kabar yang menggembirakan tapi juga kabar yang kurang baik untuk kami. Pada saat pemeriksaan berlangsung saya masih ingat betul kecemasan Istri saya. Saya bilang ke Istri waktu itu, tetap tenang jangan stress, jangan berfikir yang negatif tetap percayakan semuanya kepada Tuhan. Saya pegang tangannya pada saat pemeriksaan berlangsung. Saya pun juga berdoa dalam hati karena sampai saat itupun pendarahan belum juga sembuh.Dari hasil pemeriksaan kabar buruknya adalah kantung yang satunya tidak berkembang dari ukurannnya bukannnya membesar malah mengecil dan kondisi masih tetap kosong tidak ada calon janin. Namun janin yang satunya berkembang. Namun pada saat dicek detak jantungmya. Belum ada tanda tanda jantung berdetak. Yang seharunya di usia kandungan saat itu normalnya sudah ada tanda tanda detak jantungnya. Cukup lama waktu itu Dr Eliana memeriksa kondisi janin. Istri saya berinisiatif untuk menahan nafas sebentar pada saat Dr Eliana mencoba kembali memeriksa detak jantung janin. Dan Puji Tuhan disaat itulah tampak jantung mulai berdetak. Kami sangat lega sekali waktu itu. Meski kami harus merelakan calon janin yang satunya. Mungkin Tuhan belum mempercayakan bayi kembar kepada kami.

Keesokan harinya Dr. Kartipin vsit dan memberikan nasehat, Tidak apa apa dipercayakannya hanya satu. Di kasih dua ya Puji Tuhan, dikasih satu ya bersyukur. Waktu itu dicek pembalutnya sudah bersih. Tidak ada pendarahan yang menempel. Dr Kartipin sekalin ijin untuk pergi kebali selama 3 hari. Ada acara keluarga, meghadiri pernikahan keluarganya. Dan selama Dr Kartipin ijin, digantikan Dr pengganti. Waktu itu Dr Ari. Saya dan Istri mengiyakan saja. Karana apa boleh buat.

Keesokan harinya saya juga ijin pulang kerumah, Istri dan Ibu mertua saya tinggalkan di rumah sakit. Karena selama di rumah sakit pekerjaan saya sedikit terbengkalai. Beberapa hosting dan vps server lupa belum dibayar. Alhasil blog blog saya down selema berhari hari tidak saya pantau karena fokus mengurusi Istri saya. Bisa saja saya bawa laptop ke rumah sakit dan mengerjakan pekerjaan dari rumah sakit. Namun saya pikir akan percuma juga. Karena susah untuk fokus. Waktu itu saja dirumah saya hanya sempat untuk cek email, cek invoice yang masuk dan segera melunasinya. Setelah itu bingung mau ngapain. Karena konsentrasi terpecah ke rumah sakit. Kabar baiknya saat itu dollar sedang naik, saya cek balance paypal dan segera saya cairkan ke rekenng bank. Puji Tuhan biaya rumah sakit bisa terbayarkan dan masih ada sisa.
Singkat cerita saya di telf Istri saya dari rumah sakit. Katanya di suruh cek USG lagi sama dr pengganti. Istri saya mengiyakan saja karena posisi saya masih ada di rumah dan Istri saya yang mengambil keputusan. Saya bilang ke Istri saya untuk membatalkannya. Karena sebelum Dr Kartipin ijin, saya tanya kalau USG nya dijadwalkan selang 6 hari kemudian. Karena hasilnya tidak akan jauh beda dan akan buang buang uang kalau rentan waktunya terlalu dekat. Saya pikir, masuk akal juga. Karena tujuan USG kan untuk memeriksa bagaimana perkembangan janin. Dan akhirnya USG dengan dr pengganti tidak jadi.

Malam harinya pada saat saya cek perpan pembalutnya, benar benar syok. Ada segumpalan darah yang keluar. Dan saya tarik maaf seperti lendir merah agak panjang. Saya sudah berfikir, jangan jangan keguruan. Karena saya ingat waktu teman saya nana bercerita pada saat dia keguguran ada keluar seperti tisu panjang gitu berwarna putih. Tapi yang saya liat ini warnanya merah. Saya langsung panggil suster. Saya kuatkan istri, kita pasrah saja. Kita serahkan semuanya kepada Tuhan. Saya dan Istri nangis waktu itu. Seakan akan sudah mengalami keguguran, padahal belum tentu. Wajar karna kami awam, hanya tau informasi dari teman dan juga searching di internet. Selang tidak lama suster datang untuk mengecek. Dan kata suster itu hanya keputihan biasa. Dalam hati saya, ini susternya nutup nutupi karna didepan Istri saya atau memang benar keputihan. Waktu itu masih ada keraguan di dirii saya. Waktu suster keluar ruangan, saya juga ikut keluar ruangan untuk menanyakan sekali lagi ke suster.

Suster itu bukan keguguran?
Bukan Pak itu sepertinya keputihan biasaya.
Tapi Kok merah?
Soalnya Ibu kan masih pendarahan, jadi ada darah yang ikut keluar bersama keputihannya.
Tadi saya tarik lumayan panjang itu.
Iya pak, itu sepertinya keputihan saja.
Coba dilaporkan ke dr Kartipin ya.
Baik pak, nanti kita telf kan.
Selang tidak berapa lama, susternya mengabarkan kalau tidak apa apa, hanya keputihan saja.

Kalau dipikir pikir, kenapa malah saya yang menjadi ciut mentalnya. Bukannya saya yang harus membesarkan hati istri saya untuk tetap berfikiran positif dan tetap berpegang teguh kepada Tuhan 😀 Ya begitulah saudara saudara, namanya manusia biasa terkadang bisa putus asa. Tampaknya saya sudah melupakan satu ayat yang kami sepakati untuk imani.

Matius 9:20-22 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. (21) Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.

Singkat cerita, Puji Tuhan tepat di hari ke 8, istri saya di ijinkan pulang. Waktu itu dengan dr pengganti. Karena dicek sudah 2 hari berturut turut sudah tidak terjadi pendarahan. Rasanya sangat lega sekali mendegar kabar itu. Dan mulai saat itu, kamar kami pindah di bawah dulu. Tukar kamar dengan orang tua saya. Papah Mamah diatas, saya dan Istri di kamar bawah. Karena meski sudah tidak pendarahan, tetap di suruh full bedrest dirumah.

This entry was posted in Masalah Kehamilan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *